Globalisasi
memiliki pengaruh yang positif, yaitu membawa kemajuan, kesejahteraan, dan
keselamatan bangsa dan negara. Namun globalisasi juga membawa pengaruh negatif,
seperti adanya budaya hedonisme, pendewaan pikiran nasionalisme, ilmu dan
teknologi, sekularisme, dan tipisnya iman.
Kita
menyadari bahwa pengaruh globalisasi tidak mungkin dapat dihindari, kecuali
kita dengan sengaja menghindari interaksi dan komunikasi dengan pihak
yang lain. Ketika seseorang masih membaca surat kabar, menonton televisi, atau
menggunakan alat lainnya, terlebih lagi dengan menggunakan internet, ia tetap
akan terperangkap dalam proses dan model pergaulan global.
Dalam era
globalisasi telah terjadi pertemuan dan gesekan nilai-nilai budaya dan agama di
seluruh dunia yang memanfaatkan jasa telekomunikasi, transformasi dan informasi
sebagai hasil dari modernisasi teknologi. Pertemuan dan gesekan tersebut akan
menghasilkan kompetisi liar yang berarti saling mempengaruhi dan dipengaruhi,
saling bertentangan dan bertabrakannya nilai-nilai yang berbeda yang berakhir
dengan kalah atau menang, saling bekerja sama yang akan menghasilkan sintesa
dan antitesa baru.
Pengertian
globalisasi dapat dibedakan atas dua hal yaitu :
1) Sebagai Alat
Globalisasi
merupakan wujud keberhasilan ilmu dan teknologi, terutama di bidang komunikasi.
Globalisasi sebagai alat juga mengandung hal-hal yang positif apabila
dipergunakan untuk tujuan yang baik. Namun hal tersebut juga dapat mengandung
hal-hal negatif bila dipergunakan untuk tujuan yang tidak baik. Jadi tergantung
siapa yang menggunakan dan apa tujuannya.
2) Sebagai Ideologi
Globalisasi
sebagai ideologi berarti sudah mempunyai arti tersendiri dan netralitasnya
sangat sedikit. Globalisasi sebagai ideologi pasti memihak suatu kepentingan
sehingga akan menimbulkan akibat, baik yang setuju maupun yang tidak setuju.
Disinilah timbulnya benturan dan pertentangan.
a) Ancaman
Dengan alat komunikasi
seperti TV, parabola, telepon, VCD, DVD, dan internet, kita dapat berhubungan
dengan dunia luar. Dengan parabola atau internet, kita dapat menyaksikan
hiburan porno dari kamar tidur. Kita dapat terpengaruh oleh segala macam bentuk
yang sangat konsumtif. Anak-anak kita dapat terpengaruh oleh segala macam film
kartun dan film-film yang seharusnya tidak dilihat. Kita pun dapat dengan mudah
terpengaruh oleh gaya hidup seperti yang terjadi di sinetron-sinetron kita
(terutama sekali yang bertemakan keluarga) yang lebih dari 90% menebar nilai-nilai
negatif dengan ukuran keberagaman dari setiap agama. Meskipun harus disadari
pula bahwa televisi juga banyak menayangkan program-program pengajian, ceramah,
diskusi, dan berita yang mengandung nilai positif bahkan agamis. Adegan
kekerasan (violence) akan lebih berkesan di benak anak-anak dibandingkan
dengan petuah agama.
b) Tantangan
Pengaruh globalisasi
yang memberikan nilai-nilai positif wajib kita serap, terutama yang tidak
menyebabkan benturan dengan budaya kita, misalnya disiplin, kerja keras, menghargai
orang lain, rasa kemanusiaan, demokrasi dan kejujuran. Kita wajib menyaring
yang baik dan sesuai dengan kepribadian dan moral bangsa kita terima,
sebaliknya yang buruk kit atolak.