BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Negara Indonesia merupakan Negara
yang sangat kaya dengan sumber daya alam. Tak hanya rempah-rempahnya, tapi juga
dari sisi pertanian, perkebunan, dan juga dari pertambangannya. Itulah yang
menyebabkan banyak Negara lain tertarik untuk menjajah Indonesia pada zaman
dahulu. Namun sekarang, kata penjajahan telah musnah. Karena untuk mendapatkan
sumber daya alam di Indonesia, Negara
lain hanya perlu mengimpor barang-barang yang diperlukannya atau dengan cara melakukan
barter.
Salah satu pertambangan yang
terkenal di Indonesia adalah Galian C. Pengelolaan tambang galian C ini
berkembang begitu pesat. Karena hasil-hasil dari proyek penambangan galian C
ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Selain untuk memberi bahan dalam proses
pembangunan, adanya proyek galian C ini juga dapat membantu warga disekitarnya
untuk mendapatkan lowongan pekerjaan dengan mudah. Karena biasanya dalam proyek
galian C akan membuka lowongan pekerjaan seperti “pengumpul batu”, yang tidak
memerlukan pendidikan yang tinggi. Untuk bekerja seperti itu hanya memerlukan
fisik yang kuat untuk mengangkat batu.
Makalah ini merupakan suatu bentuk dari sebuah hasil
penelitian yang kelompok kami lakukan di
sebuah proyek penambangan galian C, yang bernama “Berantas” yang terletak di
Banjar Pura, Desa Sebudi, Kecamatan Selat. Selain itu juga sebagai bukti bahwa kelompok
kami telah melakukan observasi (pengamatan) ke lokasi proyek penambangan galian
C tersebut. Dan di sana kami dapat menemukan bagaimana bentuk dari proses kerja
sebuah proyek penambangan galian C.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa
penyebab adanya proyek penambangan galian C ?
2. Apakah
dampak positif dan dampak negatif yang diberikan dengan adanya proyek
penambangan galian C ?
3. Bagaimana
cara mengelola proyek penambangan galian C yang benar ?
1.3
Tujuan
1. Menambah
wawasan dan pengetahuan tentang cara kerja di proyek penambangan galian C.
2. Menginformasikan
tentang dampak positif dan dampak negatif dari adanya proyek penambangan galian
C.
3. Bukti
bahwa telah melakukan pengamatan ke lokasi proyek penambangan galian C.
1.4 Manfaat
1. Mengetahui
bagaimana bentuk nyata dan proses kerja sebuah proyek penambangan galian C.
2. Belajar
untuk mencari informasi atau melakukan pengamatan terhadap suatu hal yang
nyata.
3. Belajar
untuk cara bekerja sama dengan satu teman kelompok dan menghargai pendapat yang
diberikan.
BAB II
LANDASAN TEORI
Setiap daerah memiliki potensinya masing-masing.
Pemanfaatan potensi alam tersebut boleh untuk apa saja dan siapa saja, tetapi
tetap ada aturan dan norma yang harus ditaati dan disepakati. Sungai yang
mengalir di bentangan alam ini juga menyediakan potensi yang bisa dimanfaatkan,
salah satunya adalah bahan tambang galian C. Selain di sungai, daerah pegunungan
juga merupakan lokasi yang tepat untuk membuat sebuah proyek penambangan galian
C.
Galian C adalah bahan tambang yang biasanya
digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Baik bangunan pribadi, swasta maupun
pemerintah. Salah satu contoh kongkrit galian C yang berasal dari sungai
ataupun dari pegunungan yaitu batu, koral dan pasir.
Di Kabupaten Bengkulu Utara, bahan galian C di
ekspolari dan dikelola di aliran sungai oleh pihak swasta. Pengelolaan oleh
swasta tersebut tentunya mendatangkan pemasukan bagi daerah, baik yang
berhubungan langsung dengan lokasi maupun pemerintah daerah. Daerah yang
berhubungan langsung dengan lokasi seperti, desa. Karena lokasi galian C di
daerah ini berada sangat dekat dengan pemukiman masyarakat desa, maka biasanya
pihak pengelola memberikan kesempatan kepada masyarakat desa sekitar untuk
mencari nafkah dengan bekerja sebagai pekerja kasar yang disebut “pengumpul
batu” di tambang galian C tersebut.
Pengelolaan bahan tambang di daerah ini sudah
berlangsung sejak puluhan tahun lalu. Ketersediaan dan potensi tambang ini
memang cukup menjanjikan. Bahkan sampai dengan detik ini ketersediaan batu
koral dan pasir di lokasi penambangan
galian C masih tersedia meskipun sudah mulai menipis.
Sebagaimana potensi Sumber
Daya Alam lainnya, Di kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu ini memang
sangat banyak potensi tambangnya seperti emas hitam atau batu bara banyak
sekali terdapat di daerah ini.
Untuk mengekspolarsi bahan tambang Galian C tersebut dari dalam sungai, pihak swasta atau pengelola menggunakan tenaga mesin berupa alat-alat berat seperti buldoser dan eksapator. Buldoser biasanya digunakan untuk pengerjaan pada tahap pertama untuk membangun akses jalan menuju lokasi ekplorasi tersebut. Selanjutnya untuk melakukan pengerukan dari dalam aliran sungai maka digunakanlah alat berat jenis lainya berupa eksapator. Semua pekerjaan yang menggunakan mesin khususya alat-alat berat semuanya menggunakan tenaga operator (didatangkan dari luar desa karena masyarakat desa umumnya tidak memiliki keterampilan sebagai operator).
Untuk mengekspolarsi bahan tambang Galian C tersebut dari dalam sungai, pihak swasta atau pengelola menggunakan tenaga mesin berupa alat-alat berat seperti buldoser dan eksapator. Buldoser biasanya digunakan untuk pengerjaan pada tahap pertama untuk membangun akses jalan menuju lokasi ekplorasi tersebut. Selanjutnya untuk melakukan pengerukan dari dalam aliran sungai maka digunakanlah alat berat jenis lainya berupa eksapator. Semua pekerjaan yang menggunakan mesin khususya alat-alat berat semuanya menggunakan tenaga operator (didatangkan dari luar desa karena masyarakat desa umumnya tidak memiliki keterampilan sebagai operator).
Selanjutnya untuk jasa angkutan material tersebut sudah
pasti menggunakan kendaraan berupa truk-truk yang kesemuanya disedikan oleh
pihak pengelola. Baik dari lokasi eksplorasi maupun untuk sampai ke konsumen,
dalam hal ini bisa masyarakat umum bisa juga para kontraktor yang dalam proses
pelaksanaan proyek baik itu proyek pemerintah maupun pihak swasta.
Permasalahan yang paling pertama muncul dari pengelolaan
galian C di daerah ini adalah kerusakan jalan yang dilalui oleh kendaraan
pengangkut galian C tersebut dari lokasi tambang menuju ke “konsumen”. Hal ini
disebabkan karena kapasitas jalan sebelum hadirnya galian C didaerah ini masih
dilapisi dengan aspal kasar sehingga tidak mampu untuk menahan beban diatasnya
yang setiap hari dilalui oleh truk-truk berbadan besar. Sehingga satu-satunya
jalan menuju desa yang menjadi lokasi galian C tersebut rusak parah. Hal ini
yang menyebabkan masyarakat susah untuk ke
luar atau bepergian apabila menggunakan sepeda motor atau kendaraan roda empat
yang relatif kecil lainnya.
Permasalahan yang kedua adalah pencemaran di daerah
hilir dari lokasi galian C. Pencemaran air yang terjadi terutama disebabkan
oleh proses pengerukan material tersebut dari dalam air, sehingga air menjadi
keruh dan bercampur minyak sedangkan sungai tersebut sebagian besar digunakan
masyarakat sebagai sarana MC (Mandi dan Cuci) dan masih ada juga beberapa
masyarakat yang menggunakannya sebagai sarana air bersih. Habitat yang ada di
dalam air terutama ikan-ikan dan berbagai mahluk hidup lainya juga ikut terganggu.
Kebisingan yang ditimbulkan oleh aktivitas mesin
pengolah batu Koral tersebut juga sangat menggangu ketenangan alam perdesaan.
Karena alam perdeasaan biasanya adalah alam yang tenang berubah menjadi
bisingnya suara mesin atau biasanya di sebut Quarri pihak pengelola Tambang
Galian C.
Karena ketersediaan bahan galian C merupakan salah
satu sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui, maka permasalahan baru
muncul. Habisnya bahan galian C dari dalam sungai menyebabkan pihak perusahaan
mulai melakukan ekspansi atau perluasan ke lahan-lahan yang ada disepanjang
sungai yang memiliki potensi bahan galian C dibawahnya. Hal ini sudah mulai terjadi,
dimana masyarakat yang memiliki lahan disekitar lokasi tambang baik itu lahan
pertanian pangan maupun perkebunan yang dibawahnya memiliki potensi bahan
tambang maka perusahaan dengan berbagai trik rayuan berusaha untuk memberikan
ganti rugi kepada pemilik lahan yang mayoritas adalah masyarakat kecil yang
tidak berpendidikan, agar mau menjual lahan mereka kepada pihak perusahaan.
Secara langsung usaha untuk ekspansi wilayah tersebut bertentangan dengan apa
yang telah dikeluarkan izinnya oleh pemerintah ke pengelolaan tambang galian C
tersebut.
Kepada pihak pemerintah khususnya pemerintah Kabupaten
Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu agar melakukan pengawasan secara berkala
terhadap aktivistas tambang galian C di wilayah kerjanya. Dalam UUD 1945
diamanatkan bahwa kekayaan alam yang terkandung didalamnya digunakan
sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Hal ini tidak tercermin dalam
realitas yang terjadi di daerah sekitar lokasi tambang galian C di kabupaten
bengkulu Utara, jalan licin dan mulus yang sudah selayaknya mereka dapatkan
karena daerah mereka memiliki kekayaan alam yang tinggi tetapi jalan mereka
rusak parah yang disebabkan dari proses eksplorasi kekayaan alam di daerah
mereka sendiri. Ada ketidakadilan pembangunan didaerah ini yang patut di
indikasikan, sebab daearhnya kaya tetapi pembangunan khususnya jalan tidak
tersentuh sedikitpun selama lebih dari satu dasawarsa. Izin pengelolaan tambang
sudah sepatutnya ditinjau secara komprehensip agar tidak terjadi
perusakan lingkungan dan alam yang muaranya nanti juga menyebabkan perusakan
masayarakat Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu ini.
Tak jauh berbeda dengan galian C yang berada di
Kabupaten Bengkulu Utara, untuk di Provinsi Bali tepatnya Kabupaten Karangasem
juga terdapat Galian C. yang dimana sumber bahan tambangnya bukan sungai,
melainkan lahan yang terdapat di sekitar Gunung Agung. hasil tambangnya pun
sama, yaitu batu, koral dan pasir. Namun tak hanya di Kabupaten Karangasem
terdapat galian C, di Kabupaten Bangli juga ada, tepatnya di kawasan Gunung
Batur.
BAB
III
PEMBAHASAN
Sumber daya alam yang di miliki Indonesia, sangatlah
beragam adanya. Cara pemanfaatan sumber daya alam tersebut boleh untuk apa saja
dan siapa saja asalkan sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku. Sungai juga
menyediakan potensi alam yang bisa dimanfaatkan salah satunya adalah tambang
galian C.
Tak hanya sungai, daerah pegunungan merupakan
potensi alam yang dapat dikelola menjadi tambang galian C. Batu, koral dan
pasir sangat mudah didapat. Apalagi jika daerah tersebut merupakan gunung yang
masih aktif seperti Gunung Agung dan Gunung Batur. Maka ada kemungkinan jika
lahan sekarang habis, beberapa tahun mendatang akan ada lahan baru dari hasil
letusan gunung berapi tersebut.
Penyebab utama adanya proyek penambangan galian C
adalah untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang akan menggunakan pasir, koral
maupun batu untuk proyek membangun. Misalnya saja, untuk membangun sebuah
rumah, untuk membuat jalan raya baru atau untuk membenahi jalan yang rusak. Selain
itu juga karena ditemukannya lokasi atau daerah yang cocok untuk membuat sebuah
proyek penambangan galian C. Yang dimana di lokasi tersebut memiliki jumlah
bahan tambang yang besar.
Proyek penambangan galian C ini memiliki beberapa
dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif dari adanya proyek
penambangan galian C yaitu:
1. Adanya
pemanfaatan sumber daya alam.
2. Terbukanya
lowongan pekerjaan bagi masyarakat sekitarnya, terutamanya untuk masyarakat
yang pendidikannya kurang.
3. Dapat
memenuhi kebutuhan pembangunan.
Selain itu, proyek penambangan galian C ini juga
memiliki beberapa dampak negatif, diantaranya:
1. Rusaknya
jalan yang setiap hari dilalui oleh kendaraan pengangkut galian C. hal ini juga
menyebabkan masyarakat susah untuk bepergian keluar, terutama jika menggunakan
sepeda motor atau kendaraan roda empat yang lebih kecil.
2. Untuk
tambang galian C yang lokasinya di sungai, menyebabkan adanya pencemaran di
hilir dari lokasi galian C. Sedangkan untuk yang lokasi penambangannya di
daerah pegunungan dapat menyebabkan semakin meluasnya pemanasan global, karena
hutan-hutan yang terdapat di pegunungan dibabat dan diambil pasirnya.
3. Bahan
galian C merupakan salah satu sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.
Jadi, apabila dilokasi pertama bahan galian telah habis, maka akan berpindah ke
lokasi yang lain yang masih terdapat banyak bahan galian.
4. Adanya
suara bising yang mengganggu ketenangan pedesaan.
Sebenarnya proyek penambangan galian C ini perlu
adanya untuk pemnafaatan sumber daya alam, yang juga guna untuk memenuhi
kebutuhan hidup kita. Namun, ada cara tersendiri untuk mengelola proyek
penambangan galian C yang benar, seperti:
1. Jika
ingin mengelola proyek penambangan galian C harus memiliki surat izin dari
pemerintah daerah setempat.
2. Lahan
atau lokasi yang digunakan sebagai tempat penambangan galian C memiliki
kedalaman maksimal 20 meter.
3. Tidak
mengoperasikan proyek penambangan selama 24 jam, agar tidak menganggu
ketenangan warga desa sekitarnya.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Simpulan
Dari pengamatan yang telah kami
lakukan di proyek penambangan galian C, dapat
kami simpulkan:
1. Keberadaan
proyek penambangan galian C dikarenakan ingin memanfaatkan sumber daya alam
yang ada.
2. Proyek
penambangan galian C ini memiliki dampak positif dan dampak negatif tersendiri.
3. Lowongan
pekerjaan di proyek penambangan galian C ini sangatlah banyak, apalagi di
tambah dengan bekerja di sana tidak memerlukan pendidikan yang tinggi.
4. Proyek
penambangan galian C merupakan proyek yang memang mendapatkan persetujuan dari
pemerintah.
5. Proyek
ini juga mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah setempat, sehingga sering
adanya pemeriksaan pada proyek-proyek penambangan galian C.
4.2 Saran-Saran
4.2.1 Saran untuk Pemerintah
1. Agar
lebih memperhatikan keberadaan proyek penambangan galian C.
2. Memperbaiki
jalan yang digunakan sebagai jalur kendaraan yang mengangkut galian C.
3. Lebih
sering melakukan pemeriksaan terhadap proyek-proyek yang ada.
4. Memberikan
sanksi tegas terhadap pihak-pihak yang membangun proyek penambangan galian C
illegal.
4.2.2 Saran untuk Pemilik Proyek Penambangan Galian
C
1. Agar
mematuhi peraturan atau norma yang berlaku.
2. Tidak
mengoperasikan proyek selama 24 jam penuh.
3. Agar
memiliki izin untuk mengelola proyek penambangan galian C.