SESUATU di BALIK SEBUAH PERTEMUAN



            Di kala malam, aku kembali duduk termenung sambil menghitung bintng-bintang di langit. Namun kali ini ada hal lain yang mengganggu pikiranku. Sejak aku bertemu dengan lelaki yang bernama Ryan, rasanya ada sesuatu yang berbeda di hatiku. Bayangannya selalu hadir di sela retina mataku.
            Pada saat itu, aku dengannya bertemu tanpa sengaja. Waktu itu aku sedang di rumah bibiku di Denpasar. Bosan di rumah, aku jalan-jalan di lingkungan sekitar sana. Ketika aku lewat di depan rumah seseorang, aku melihat sesuatu yang jatuh di hadapanku, ternyata itu sebuah kotak cincin.
            Aku langsung menengok ke atas, di sana ada seorang cowok yang asyik main gitar. Aku pun memanggilnya dan langsung bertanya,
“ Hai kak, apakah ini milik kakak ?”
            Dia pun turun menghampiriku dan dia berkata,
“ Iya, ini memang milikku. Makasi ya udah ngembaliinnya.”
            Suaranya begitu halus terdengar.
            Kami pun saling berkenalan, mengobrol dan dia pun bersedia menemani aku jalan-jalan. Ternyata dia adalah anak Bali-Jepang. Maksudku, Ayahnya asli Bali dan Ibunya dari Jepang. Namun sayang , Ibunya telah meninggal dua tahun yang lalu.
            Hmm, nggak salah deh kalau dia terlahir begitu tampan. Bukan hanya tampan tapi dia juga baik dan  mudah bergaul. Padahal kita baru saja kenal, namun rasanya kita sudah kenal lama, itu karena dia cepat akrab dan beradaptasi denganku.
            Setelah lama kita berkeliling, aku  pun mengajak dia untuk pulang. Dan sebelum pulang, dia memberikan aku cincin yang jatuh tadi. Cincin yang katanya akan dia berikan kepada pacarnya namun keburu putus. Dia pun bilang bertekad akan memberikan cincin itu pada orang yang benar-benar istimewa. Aku tak berani langsung mengambil cincin itu, aku pun bertanya kepadanya,
“ Mengapa cincin ini kamu berikan pada orang yang baru kamu kenal ? bukankah kamu bilang cincin ini akan kamu berikan kepada orang yang istimewa dalam hidupmu ?”
“ Memang, aku berikan cincin ini padamu karena kamu sangat istimewa bagiku. Walaupun kita baru saja kenal, namun aku merasa ada yang beda di hatiku. Aku ingin kamu selalu mengingatku dan semoga suatu saat nanti kita akan bertemu lagi”
            Itulah yang dia katakan kepadaku.
            Rasanya aku tak percaya dengan semua ini. Semua terasa seperti mimpi dan jika ini memang mimpi, aku tak ingin cepat terbangun. Namun ini bukanlah mimpi, ini adalah nyata. Baru kali ini ada orang yang anggap aku istimewa dan orang itu barau saja aku kenal. Ryan pun membuyarkan lamunanku, dan mengajakku untuk pulang.
            Setelah kami sampai di depan rumahnya dan sebelum aku pulang, aku pun memberikan dia kalung yang  baru kemarin ku beli. Dan dia pun menerimanya,
“ Semoga kamu nggak lupa sama aku!”, ucapku.
“ Iya, kamu nggak akan pernah ku lupakan.” Jawabnya.
            Setelah mengucapkan salam perpisahan, aku pun kembali pulang ke rumah bibiku.
            Esok paginya aku kembali pulang ke Karangasem. Rasanya aku masih ingin tinggal di sana, namun kewajibanku telah menantiku. Kini aku hanya bisa memandangi cincin pemberiannya sambil membayangkan wajahnya. Aku selalu berharap bisa bertemu dengannya lagi dan semoga dia juga pernah memikirkan aku di sana. Walaupun aku tahu aku tak dapat berharap banyak.




By:
 Gex Sri dan Team Redaksi  MAS GP. COM