DIAN dan KEKECEWAAN di ANTARA MEREKA



Seperti biasanya tidak ada yang istimewa hari ini. Dian bersiap-siap untuk pergi ke kantornya. Setelah dia sarapan hanya dengan beberapa potong kue yang tidak begitu enak. Dia pun berangkat menuju kantornya. Dengan penuh semangat menuju ke pintu depan. Dalam hati Dian berdo’a, “ Ya Tuhan, lindungilah langkah hamba-Mu ini dan bimbinglah hamba melewati hari ini.”
            dian bekerja di salah satu instansi pemerintahan. Kantornya terletaka di pusat kota. Dan demi sampai di kantornya Dian rela berdesak-desakkan di dalam bus. Dian merasa bersyukur bisa bekerja di sana. Tetapi, sepanjang hari Dian harus bertemu dengan manusia-manusia yang ada di kantor tersebut yang tidak terlalu suka dengan keberadaannya di sana.
Hampir setiap hari Dian mendengar rayuan dari si Roy, salah satu karyawan yang haus harta. Mendapatkan tatapan mata yang tajam dari Nita, dan seringkali Andi meminta bahkan merampas makanan Dian saat jam makan siang tiba. Roy, Nita dan Andi nampaknya tidak suka dengan kehadiran Dian. Sesungguhnya Dian sudah lelah dan bosan dengan sikap mereka. Tetapi inilah hidup, dengan segala nikmat dan deritanya.
Dian berusaha menjalani hari-harinya dengan bernaung di bawah pohon kebijaksaan. Walaupun hatinya sempat terkikis tetapi Dian tetap berusaha mengisinya kembali dengan do’a. pandangan Dian mulai merasa gelap di tengah gemerlapan lampu-lampu surga duniawi, Dian akan selalu berusaha kembali mencari dan kembali pada jalan dan cahaya-Nya yang memberikan kebenaran. Begitulah hari demi hari dia jalani untuk mengisi relung jiwa yang masih terasa sepi dan kosong.
Namun badai cobaan dan godaan yang datang menghampirinya senantiasa berusaha mendahuluinya. Mereka datang dengan kecepatan yang lebih tinggi. Mengejar dengan penuh nafsu seakan-akan mereka ingin melahap dan melenyapkan Dian dari dunia ini. Hingga pada suatu hari badai terhebat datang dan menjelmakan Roy sebagai si Bulu Serigala.
Dengan segala rayuan dari mulut manisnya dia berusaha mengajak Dian untuk menggelapkan uang perusahaan. Karena tidak mungkin baginya untuk melakukan hal itu tanpa Dian. Karena Dianlah yang bertugas memeriksa dan memberikan laporan keuangan kepada Atasa di kantor tersebut. Tentunya Dian menolak ajakan tersebut, karena hal itu bertentangan dengan keyakinannya. Tetapi Roy terus saja membujuk dan merayu Dian  dengan mengeluarkan segala daya dan upaya. Bahkan karena merasa putus asa dengan sikapku, Roy berusaha meneror dan mengancamku. Namun si orang Berbulu Serigala ini tidak akanpernah mengurungkan niatnya.